Thursday, January 18, 2007

Hobby Baru

Seminggu belakangan ini aku punya kesibukan baru yaitu buka-buka foto cantik di website www.fotografer.net. Situs ini lumayan keren, karena memberi peluang juga buat semua orang untuk menampilkan karya-karya fotonya. Semua orang bisa menjadi anggota dengan syarat-syarat tertentu yang minimal. Karena ada kamera nganggur di rumah, yah sekalian aja ikutan nimbrung di situ memajang hasil jepretanku. Benar-benar amatiran, upload pertama adalah foto anakku di toko buku.

Asyiknya kita diharuskan memberi komentar atau kritikan terhadap karya orang lain dulu sebelum melakukan upload karya sendiri. Lantas karya foto kita pun akan memperoleh pula komentar dan kritikan. Benar-benar mencerahkan bagi kita yang ingin belajar fotografi.

Karyaku sendiri baru sedikit, maklumlah fotografer amatiran yang baru mulai belajar. Yah, mudah-mudahan bisa cepat naik kelas deh.

Tuesday, December 26, 2006

Posting Baru

Ada yang aneh di blogspot sekarang. Mengikuti anjuran seorang rekan untuk beralih ke Blogger Beta, saya pun latah mengubahnya. Namun, setelah itu, blog ini tidak dapat lagi saya buka dari komputer di rumah. Saya tidak tahu kenapa, namun saat saya coba membukanya dari warnet, ternyata bisa.

Kemudian saya kembali ke rumah, dan mencoba lagi, ternyata tetap tidak terbuka. Selanjutnya saya mencoba log-in dan melakukan posting. Muncul memang dashboard-nya, dan saya mulai melakukan posting. Inilah hasilnya.

Setelah berhasil melakukan publish, ternyata tetap gagal saat saya melakukan view blog. Namun, saya dapat mengecek daftar posting blog saya pada dashboard, dan begitu saya klik view tetap saja gagal lagi.

Ada yang bisa bantu menjelaskan kenapa hal ini dapat terjadi?

Friday, October 27, 2006

Salam Idul Fitri 1427 H


Setelah sekian lama tidak ada postingan, melalui blog ini saya ingin menyampaikan Salam Idul Fitri 1427 H Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada semua handai taulan dan kerabat saya. Ini adalah kali kedua saya merayakan Hari Raya Id di Malaysia bersama keluarga. Di hari kemenangan ini, terlihat langit Kuala Lumpur sangat terang benderang tanpa ada kabut jerebu sedikit pun. Seolah-olah memberi tanda penghargaan kepada segenap warganya yang lulus dari ujian sepanjang bulan Ramadhan kemarin, baik itu lapar dan dahaga, maupun asap jerebu yang juga menggoda iman dan kesabaran. Mudah-mudahan tahun depan jerebu tidak datang lagi, dan kita masih diberiNya umur panjang untuk dapat kembali bertemu dengan Ramadhan bulan penuh berkah. Amien.

Wednesday, October 18, 2006

Al Jazari - The Most Muslim Mechanical Engineer

Sepanjang bulan Ramadhan ini TV3 Malaysia menayangkan program Ilmuwan Islam. Isinya menampilkan profil tokoh-tokoh saintis Islam pada zaman kegemilangan kebudayaan Islam. Kemajuan ilmu pengetahuan modern yang saat ini dikuasai oleh bangsa Eropa dan Amerika, banyak diilhami dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditemukan oleh orang-orang Islam. Justru pada masa bangsa Eropa terpuruk dan berada dalam kegelapan, Islam berada di puncak penguasaan ilmu dan teknologi yang maju.

Hampir semua bidang ilmu merujuk kepada asas-asas yang dibangun oleh saintis Islam pada zamannya. Bidang kedokteran dikenal dengan nama-nama Ibnu Sina, Al-Zahrawi, Al-Razi & Ibnu Nafis; ilmu kimia: Jabir Hayyan; ilmu matematika: Al-Khwarizmi & Nasaruddin Al-Tusi; bidang teknologi: Al-Jazari; ilmu astronomi: Ulugbek, Nasarudin Tusi & Al-Kashi; ilmu botani/farmakologi: Ibnu Baitar; ilmu geografi: Al-Idrisi; ilmu sosiologi: Ibnu Khaldun; ilmu arsitektur: Mimar Sinan, serta bidang pelayaran: Cheng Ho & Ibnu Majid.

Namun fakta ini tidak banyak diketahui lagi sekarang karena orang Barat yang kini menguasai dunia seperti sengaja menggelapkannya. Ditambah lagi dengan kondisi ilmuwan Islam sendiri saat ini yang sedikit sekali menguasai atau mampu memberi pengaruh penting kepada dunia.

Al-Jazari adalah insinyur teknik mesin (mechanical engineer) yang paling top pada zamannya. Beliau berdiam di Diyar-Bakir (Turki) pada abad 6 H atau abad ke-12 Masehi. Nama lengkap beliau Badi Al-Zaman AbulI-Ezz Ibn Ismail Ibn Al-Razzaz Al-Jazari, dan dipanggil dengan sebutan Al-Jazari merujuk kepada tanah kelahirannya yaitu Al-Jazira suatu wilayah di antara sungai Tigris dan Eufrat, Irak. Karirnya sebagai insinyur diabdikan kepada penguasa Diyar-Bakir, Raja Urtuq semasa 570-597 H (1174-1200 Masehi). Dan pada tahun 1206 menyelesaikan buku teknik yang terkenal "Al-Jami Bain Al-Ilm Wal-Amal Al-Nafi Fi Sinat'at Al-Hiyal", yang kira-kira artinya Ringkasan Mekanikal Teori dan Praktek. Inilah buku yang dianggap sebagai puncak pencapaian tertinggi teknologi peradaban Islam.

Buku ini secara khusus menekankan pada aspek praktikal karena pengarangnya seorang insinyur yang kompeten dan terlatih. Al-Jazari menggambarkan berbagai peralatan secara detail dan kontribusinya sangat berharga dalam sejarah teknologi. Insinyur Inggris modern Donald Hill (1974) mengatakan: mustahil mengabaikan peranan karya Al-Jazari dalam sejarah keteknikan modern, karena ia kaya dengan petunjuk-petunjuk dalam desain, manufaktur dan perakitan mesin-mesin. Al-Jazari menggambarkan 50 peralatan mekanik dalam 6 kategori, termasuk jam air (water clock), mesin pencuci tangan, mesin pompa air, dan lain-lain.

Donald Hill menterjemahkan karya Al-Jazari pada tahun 1974, 768 tahun setelah penerbitan buku aslinya. Buku tersebut memuat 6 kategori utama peralatan mesin dan banyak istilah-istilah peralatan, mesin, mekanisme dan teknik-teknik muncul pertama sekali di dalam buku ini mendahului buku-buku teknik mesin Eropa, seperti double acting pump dengan pipa isap, crankshaft dalam mesin, kalibrasi orifis yang akurat, balansing roda statik, pemakaian model untuk membangun desain, pengecoran logam dalam mould dengan pasir, dan banyak lagi. Segmental gear (roda gigi) juga pertama sekali muncul dengan jelas pada buku ini, dibandingkan dengan jam astronomi Giovanni de Dondi pada tahun 1364, dan karya Francesco di Giorgio (1501) dalam khasanah desain permesinan Eropa.

UMIST Manchester membuat rekonstruksi ulang mesin-mesin yang digambarkan dalam buku Al-Jazari, melalui program tugas akhir bagi mahasiswa under-graduate mereka. Rekonstruksi dilakukan dengan bantuan software komputer dan perhitungan ulang dengan rumus-rumus keteknikan mutakhir. Hasilnya membuktikan bahwa mesin-mesin tersebut dapat berfungsi dengan baik.

Sesungguhnya buku Al-Jazari hanyalah sebagian kecil dari ribuan karya-karya iptek Islam pada masa kegemilangan peradaban Islam. Kebanyakan karya-karya tersebut telah hilang tanpa bekas atau tersembunyi di museum-museum Barat tanpa ada lagi yang menjamahnya. Sejalan dengan keruntuhan kekhalifahan Islam di muka bumi, pihak Barat telah berhasil mencuri rahasia teknologi Islam dan mengembangkannya dengan mengakuinya sebagai karya sendiri. Tinggallah kini, generasi baru Islam yang telah terputus dengan peradaban agung pendahulunya, dan tertatih-tatih untuk menguasai kembali ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Friday, October 13, 2006

Dr. Muhammad Yunus - Nobel Peace Prize 2006

Hari ini Komite Nobel Perdamaian di Norwegia telah mengumumkan pemenang hadiah Nobel Perdamaian 2006 adalah Dr. Muhammad Yunus dan Grameen Bank dari Bangladesh. Agak mengejutkan memang, karena nama yang santer difavoritkan (SBY, Martti Ahtisaari, GAM, Bono dll) ternyata tidak muncul sebagai pemenang. Siapakah Dr. Muhammad Yunus?

Beliau adalah seorang ekonom lulusan Vanderbilt University dan lama mengabdi sebagai dosen di Chittagong University, Bangladesh. Kepeduliannya yang tinggi terhadap masyarakat miskin di negaranya, memunculkan ide untuk mendirikan Grameen Bank. Bank ini menyediakan kredit tanpa syarat kepada rakyat miskin, yang pada awalnya merupakan projek riset aksi di kampusnya. Gagasannya adalah menggandeng kapitalisme dengan tanggungjawab sosial dan telah mengubah wajah pengembangan sosial dan ekonomi pedesaan. Grameen Bank mengoperasikan 1092 cabang di 36000 desa Bangladesh, memberi kredit kepada 2 juta penduduk miskin dengan total pinjaman sebesar lebih dari US$ 2 milyar.

Yang membuat Komite Nobel tergerak untuk memutuskan Dr. Muhammad Yunus sebagai pemenang adalah sistem yang beliau rintis tersebut tidak saja berlangsung sukses di Bangladesh, namun juga telah diterapkan di banyak negara berkembang lainnya. Dan itu tidak lepas dari contoh teladan yang ditunjukkan oleh beliau. Perdamaian abadi tidak dapat dicapai kecuali kelompok-kelompok populasi besar menemukan cara-cara untuk memberantas kemiskinan. Dan sistem kredit mikro adalah salahsatu cara, demikian alasan Komite Nobel Perdamaian.

Berbagai penghargaan internasional sebelumnya sudah sering diperolehnya, seperti Ramon Magsaysay Award (1984) dari Manila; the Aga Khan Award untuk Architecture (1989) dari Geneva; the Mohamed Shabdeen Award untuk Science (1993) dari Sri Lanka; dan the World Food Prize oleh World Food Prize Foundation (1994) dari USA. Disamping itu dari Bangladesh sendiri, beliau telah menerima the President's Award (1978), Central Bank Award (1985), dan the Independence Day Award (1987), penghargaan tertinggi nasional.

Dan tahun ini adalah pencapaian tertinggi penghargaan internasionalnya, Hadiah Nobel Perdamaian. Suatu pencapaian yang beliau sendiri tidak pernah memperkirakannya.

Selamat kepada sang pahlawan pembela rakyat miskin.

Thursday, October 12, 2006

Hadiah Nobel Perdamaian 2006

Dalam beberapa jam ke depan akan diumumkan siapa pemenang Hadiah Nobel 2006 untuk Perdamaian oleh Panitia di Norwegia. Pengumuman kali ini menjadi detik-detik penantian yang ditunggu-tunggu oleh sebagian masyarakat Indonesia, karena presiden Susilo Bambang Yudhoyono salahsatu nominator yang diunggulkan. Ada beberapa calon lain seperti bekas Presiden Finlandia Martti Ahtisaari, GAM, pemusik aktivis Bono U2 dan Bob Geldof, aktivis China Rebiya Kadeer dan banyak lagi. Belakangan nama SBY menjadi calon favorit karena diunggulkan oleh sebuah situs judi.

Pencalonan SBY tidak terlepas dengan peranan beliau dalam menangani konflik di Aceh. Patut diakui bahwa setelah beliau memegang tampuk pimpinan tertinggi RI perundingan perdamaian antara RI dengan GAM dapat berjalan mulus dan mencapai penyelesaian yang bermartabat, setelah melalui perjalanan diplomasi yang berliku. Walaupun yang menonjol di lapangan adalah andil Wakil Presiden Jusuf Kalla, namun semua taktik dan strategi yang dijalankan oleh JK merupakan tanggungjawab SBY selaku pemegang otoritas tertinggi.

Pro dan kontra tentunya wajar saja. Ada pihak yang gembira dengan pencalonan tersebut dan ada pula yang antipati. Sebagian besar masyarakat Indonesia wajar berbangga jika salah seorang putra bangsa mendapat anugerah yang prestisius tersebut. Namun patut juga disadari bahwa anugerah tersebut bukanlah tujuan utama. Artinya tindakan seseorang berbuat sesuatu bukanlah semata-mata untuk mengharapkan memperoleh penghargaan. Namun penghargaan tersebut datang dengan sendirinya, sebagai buah dari perbuatan dan tindakan-tindakan ikhlas yang dijalankan selama ini.

Artinya, teruslah berbuat kebaikan. Ada atau tiada penghargaan Nobel pekerjaan menyelesaikan permasalahan bangsa harus terus dilanjutkan dengan ikhlas dan penuh pengabdian. Jika akhirnya anugerah Nobel diperoleh, itu artinya kalangan dunia telah mengakui bahwa tindakan menegakkan perdamaian di Aceh sebagai tindakan berkelas dunia dan patut menjadi teladan bagi masyarakat internasional. Dan tidaklah perlu berkecil hati jika ternyata hadiah Nobel jatuh ke tangan yang lain, karena memang bukan itu tujuan utama.

Bagi masyarakat Indonesia tentunya gembira persoalan Aceh dapat diselesaikan dengan terhormat dan mendapat penghormatan internasional. Namun jangan lupa, pekerjaan besar masih banyak menanti di depan untuk diselesaikan dengan arif dan bijaksana. Kalau boleh diurut di sini mulai dari persoalan asap, lumpur lapindo, korupsi, pembunuhan munir, dan banyak lagi. Sebagai masyarakat biasa kita hanya dapat berdoa kepada Tuhan dengan segenap ketulusan semoga SBY diberi kekuatan dan keikhlasan untuk menjalankan amanah rakyat ini. Amin.

SBY Minta Maaf


Akhirnya Indonesia melalui presiden SBY sendiri secara resmi mengucapkan permohonan maaf atas kasus jerebu yang melanda kawasan ini. Suatu langkah cukup positif dalam upaya meredam kedongkolan yang mendalam di kalangan rakyat Malaysia dan Singapura. Namun sepatutnya Presiden turut pula meminta maaf kepada rakyat Indonesia yang juga menderita akibat asap ini. Artinya sebagai pimpinan beliau telah lalai dalam menjamin kehidupan yang baik dan sejahtera kepada rakyatnya.

Presiden menegaskan, perginya asap ke negara tetangga khususnya Malaysia dan Singapura jelas bukan suatu kesengajaan Indonesia atau upaya untuk menyusahkan Malaysia dan Singapura. ”Kita terus mengatasinya, tetapi kenyataannya asap ini masih terus menganggu negara tetangga,” ujarnya.

Oke deh, tapi janji ya. Musim kemarau tahun depan kalau kita masih ada umur panjang gak bakalan lagi mendapat kasus semacam ini. Malu dong, masak setiap tahun begini-begini terus. Kan, besok Jumat 13 Oktober 2006 pada dikumpulin semua tuh para petinggi negara-negara berkepentingan, ditambah lagi dengan gubernur-gubernurnya, juga para pakar terkait untuk meng-clear-kan ini masalah. Saya berdoa mudah-mudahan Allah memberi petunjukNya kepada kita untuk dapat merumuskan langkah yang paling tepat dan efektif untuk tidak lagi mengekspor jerebu di masa depan.