Tuesday, September 21, 2010

Aceh di mata blogger luar

Aceh, kini adalah kawasan yang sudah cukup dikenal luas oleh dunia. Kisah tentang Aceh yang kaya akan nilai sejarah serta alamnya yang indah mempesona, disamping kisah tentang konflik bersenjata di masa lalu, serta bencana raksasa gempa dan tsunami, telah menarik minat banyak orang untuk datang langsung ke sana.

Pengalaman orang-orang di luar Aceh yang telah mengunjungi kawasan tersebut telah pula diabadikan dalam bentuk tulisan dan foto-foto. Sebagian pengalaman tersebut disajikan dalam tulisan di blog-blog internet. Bagi kita (warga Aceh), membaca tulisan tentang pengalaman orang luar melihat Aceh tentunya mengandung banyak manfaat. Kita dapat bercermin diri melalui kacamata dan penilaian yang dituliskan oleh mereka.

Silahkan dinikmati sebagian tulisan tersebut di sini:

22.

( .. selanjutnya akan up-date lagi jika ditemukan tulisan lain ..)

Sunday, July 18, 2010

Bingung Pastikan Arah Kiblat? Klik Qibla Locator

Rencana penyempurnaan fatwa tentang arah kiblat yang tertuang dalam fatwa no. 3 tahun 2010 oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) hanya menyatakan arah kiblat yang selama ini menjadi pijakan meleset beberapa derajat. Satu butir rencana penyempurnaan itu menyebut arah kiblat yang seharusnya berada di posisi barat laut. Lantas, bagaimana masyarakat menentukan arah tersebut sama persis dengan fatwa MUI.

Memang ada beberapa cara untuk menemukan arah kiblat yang tepat dan akurat. Cara pertama, masyarakat dengan menggunakan panduan matahari dan pakar ilmu falak. Sayangnya, cara ini tentunya cukup rumit bagi sebagian masyarakat. Cara kedua menggunakan kompas. Khusus cara ini tingkat akurasi dan ketepatan arah masih dipertanyakan. Lantas dengan cara apa masyarakat mendapatkan panduan yang mudah tapi tetap mengedepankan tingkat akurasi dan ketepatan arah kiblat.

Tepat tahun 2006, peneliti asal Universitas Waterloo di Ontario, Kanada, Hamed Zarrabi Zadeh bersama Ibn Mas'ud menemukan alternatif cara menentukan arah kiblat. Cara tersebut berbasis teknologi aplikasi komputer. Aplikasi ini kemudian diberi nama Qibla Locator. Aplikasi ini memanfaatkan piranti peta digital milik Google. Dengan Qibla Locator yang berbasis Google Earth ini dapat diketahui arah kiblat dari mana pun umat berada.

Kendati memanfaatkan piranti teknologi, aplikasi ini juga memperhitungkan perhitungan astronomi berdasarkan bayangan matahari. Pada saat itu matahari yang tampak dari semua penjuru Bumi dapat dijadikan penunjuk lokasi Kabah. Begitu pula bayangan benda tegak pada waktu itu, juga dapat menjadi menentu arah ke kiblat.

Cara menggunakannya pun cukup mudah. Layaknya pengoperasian peta digital Google, pengguna cukup memasukan nama lokasi, alamat atau nama jalan, kode pos, dan negara atau garis lintang dan garis bujur. Setelah dimasukkan, otomatis sisi kanan gambar peta akan muncul besaran arah kiblat atau kabah dan jaraknya dari titik lokasi yang anda masukkan.

Apakah aplikasi ini berbayar? Seperti halnya Google Earth, jawabannya, tentu saja tidak alias gratis. Bagi penguna terutama kalangan Muslim bisa memanfaatkan aplikasi ini dengan mengunjungi situs www.qiblalocator.com.

(Republika Online, Jumat, 16 Juli 2010)

Saturday, March 14, 2009

(Stop) Boikot Barang Yahudi

Pada awal tahun 2009 ini tiba-tiba saja pemerintah Israel memerintahkan tentaranya menggempur wilayah Gaza di Palestina. Walaupun alasan penyerangan adalah sebagai balasan atas serangan roket dari wilayah tersebut, namun tetap saja itu merupakan tindakan biadab dan sangat tidak berperikemanusiaan, karena telah membunuh ribuan korban rakyat sipil yang tidak berdosa.

Yang sangat menyedihkan adalah tak ada satu pun negara di dunia ini mampu memaksa negara (kecil) Israel untuk menghentikan serangan biadabnya tersebut, bahkan negara adidaya AS sekali pun. Sehingga makin terbukti bahwa fakta yang ada saat ini yang menunjukkan, Israel lah yang mengendalikan dunia.

Di kala tak ada satu pun pihak yang mampu berbuat untuk menghentikan sepak terjang Israel, maka langkah boikot lah sarana paling lemah dan paling nyata yang dapat kita dilakukan untuk menyuarakan protes dan kegeraman terhadap tindakan barbar itu.

Seruan boikot menggunakan dan membeli barang-barang produksi Yahudi begitu gencar dilakukan oleh berbagai pihak, bahkan di wilayah tertentu seruan dilakukan dengan cara kekerasan pula.

Kini, serangan Israel telah usai. Tak ada lagi serangan bom, tak ada lagi kematian masyarakat sipil yang dramatis. Kehidupan kembali normal seperti sediakala. Seruan boikot barang-barang Yahudi pun menyurut dan hilang laksana diterpa angin sepoi-sepoi.

Mari kita kembali menikmati sarapan di McD, makan siang di restoran KFC, duduk-duduk santai sore hari di kedai kopi Starbucks. Mari melepas dahaga dengan meneguk Coca Cola dan Fanta, lupakan semua kisah silam yang suram.

Mari menikmati dunia. Karena dunia kini memang (sudah jadi) milik mereka.

Saturday, February 14, 2009

Wisata Keluarga di Mata Ie


Liburan seminggu di bulan Januari saat hari tahun baru Cina kemarin saya manfaatkan untuk pulang sejenak mengunjungi keluarga di Aceh. Dan salahsatu agenda adalah berkunjung ke tempat wisata yang ada di sekitar Banda Aceh. Tak disangka, ternyata dapat informasi dari adik ipar yang bercerita perihal lokasi wisata yang baru dibuka dan tidak jauh dari rumah, yaitu di Mata Ie.

Namanya De Mata Ie Hillside, berbau-bau nama asing sedikit. Mungkin biar keren ya. Lokasinya sangat dekat dengan rumah kami hanya sekitar 2-3 km saja. Kawasan Mata Ie memang sudah terkenal sejak lama sebagai lokasi pemandian dan tujuan wisata di Aceh. Sejak jaman Belanda malah sudah menjadi kawasan favorit. Bahkan masa masa awal kemerdekaan dulu, setiap ada kunjungan petinggi dari Jakarta, pasti akan dibawa berkunjung ke Mata Ie. Sampai sekarang lokasi ini masih ada (lihat Gambar) dengan kesederhanaannya dan dikelola oleh koperasi TNI.

Namun yang saya maksudkan di sini bukanlah kolam renang peninggalan Belanda tersebut. Lokasinya terletak naik lagi ke atas gunung tepat di belakangnya, berjarak kira-kira 800 meter dari lokasi Mata Ie 1. Demikianlah sebutan oleh adik ipar untuk lokasi pemandian mata ie yang lama ini. Sedangkan Mata Ie 2 adalah sebutan untuk tempat lokasi wisata yang baru tersebut. Ada lagi Mata Ie 3 katanya, yang ternyata hanya sebuah mata air kecil, yang akan berisi air pada saat hujan besar saja. Sedangkan dalam saat biasa, lokasi Mata Ie 3 hanya berupa saluran air biasa di atas gunung. Lokasinya tidak jauh dari lokasi Mata Ie 2 (kira-kira 300 meter) ke arah atas lagi.

Mata Ie 2 dikelola dengan lumayan profesional, dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang mengasyikkan buat permainan keluarga. Ada kolam renang yang bersih dan jernih (seperti layaknya kolam modern), restoran, pondok-pondok bersantai. Juga ada permainan-permainan menarik seperti outbond, luncur tali, motor cross, dan banyak lagi. Hiburan dengan live musik dari band lokal juga tidak ketinggalan.

Lokasinya pun cukup menggoda, dengan tebing-tebing terjal di sekeliling resort, disertai anak-anak tangga menuju ke atas tebing, pepohonan rimbun yang segar dan nyaman. Udara sekitar yang segar, fresh dan nyaman untuk dihirup sepuas-puasnya. Tiket masuk sebesar Rp 25.ooo seorang, rasanya cukup memadai dengan fasilitas yang ditawarkan. Seharian berada di lokasi ini sangat tidak menjemukan.

Mata Ie 2 ternyata baru diresmikan akhir tahun 2008 lalu, jadi benar-benar masih fresh from the oven saat kami berkunjung ke sana. Bahkan di sana-sini masih terus dilakukan pembenahan dan pengerjaan fasilitas baru. Bravo buat pengelolanya. Harapan kita semua, semoga tempat ini dapat terus berperan menjadi lokasi yang menarik bagi penduduk Banda Aceh yang dahaga akan lokasi wisata kota yang nyaman dan menyenangkan.

Dan bagi para wisatawan luar (baik lokal maupun asing) inilah salahsatu lokasi tujuan wisata baru khas Banda Aceh yang dapat menjadi pilihan menarik.

(Sumber gambar: Google Map)

Wednesday, February 27, 2008

Wisata Gerilya


Pagi tadi tanpa sengaja saat browsing mendapati artikel tentang pariwisata Aceh di tabloid Kosmo terbitan Malaysia. Suatu kabar baik dan cukup menggembirakan.

Idenya cukup unik dan cemerlang, yaitu menjadikan tapak-tapak perjalanan gerilya para pejuang GAM di masa lalu sebagai rute perjalanan wisata hutan. Dan bukan sekedar ide retorik, namun sudah diimplementasikan dan dijalankan, dengan menggunakan para bekas pejuang GAM sendiri sebagai guide-nya.

Walau tidak terlalu orisinal, karena ide sejenis sudah pula dijalankan dengan sukses di Vietnam, namun cukup menyegarkan sebagai alternatif baru bentuk layanan pariwisata khas Aceh. Selain mengandung nilai-nilai lokal yang unik, juga menawarkan keindahan alam Aceh yang eksotik dan asli.

Salut untuk sang penggagas Mendel Pols, yang sekaligus mengimplemetasikan ide tersebut di lapangan. Semoga layanan pariwisata semacam ini dapat berkembang dan semakin menarik minat para pelancong dari mancanegara untuk berkunjung ke Aceh.

Sumber: Kosmo dan Reuters.

Monday, January 28, 2008

Soeharto Wafat

Inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun


Segala sesuatunya datang dari Allah, dan akan kembali kepada Allah jua. Sebuah ucapan yang akan keluar dari bibir seorang muslim bila ia mendengar berita kematian seorang muslim lainnya.


Ucapan ini pula yang paling pantas kita ucapkan manakala mendapat berita meninggalnya Pak Harto mantan presiden ke-2 Indonesia pada hari Minggu 27 Januari 2008 pukul 13.10 WIB.


Pak Harto tak dapat dipungkiri adalah tokoh besar dalam sejarah Indonesia. Sebagai manusia yang hidup di dunia, beliau telah memilih jalan hidupnya dengan caranya sendiri. Yang pasti beliau telah berkarya, berjuang dan berbakti kepada negara Indonesia sehingga mencapai puncak karirnya sebagai orang nomor satu di negeri ini. Sukses dan gagal adalah konsekwensi hidup seorang manusia. Manusia perlu berbuat, perlu bertindak, perlu melakukan aksi sepanjang mengisi kehidupan yang dianugerahkan oleh Allah. Dan hanya Allah yang paling berhak memberi penilaiannya terhadap apa-apa yang dikerjakan oleh umatNya di dunia ini.


Kewajiban kita sebagai manusia adalah mendoakan kepada manusia lainnya yang telah mendahului berpulang kepadaNya. Kita doakan semoga beliau diterima dan berbahagia di sisiNya. Karena kita semua akan kembali kepadaNya jua.


Amien. Selamat jalan Pak Harto.

Monday, January 14, 2008

Kalau saya punya Eee PC


Sudah sekian lama keinginan untuk memiliki sendiri sebuah laptop terpendam di dalam hati. Bahkan sejak bertahun-tahun yang silam. Memang mengoperasikan laptop dan menggunakannya dalam keseharian sudah pernah saya nikmati dan sering malah, namun bukanlah laptop yang saya miliki sendiri. Paling punya kantor yang dapat dipinjam berhari-hari, atau punya teman yang hanya berani saya pinjam pakai dalam hitungan menit atau jam saja.


Kelebihan laptop adalah penggunaannya yang praktis, ringkas dan dapat dibawa kemana-mana. Untuk kapasitas pemakai yang sering tidak berada di tempat tentunya laptop adalah alat bantu yang paling diminati. Bahkan sebenarnya untuk pemakaian di rumah pun, laptop memiliki keunggulan. Bentuknya yang kecil dan ringkas hanya membutuhkan tempat yang minimalis. Sehingga banyak ruang kerja yang dapat dihemat, jika dibandingkan kita menggunakan PC desktop. Namun apadaya, harganya yang jauh tinggi di atas harga PC biasa sangat menghambat saya (terutama) untuk mewujudkan keinginan memiliki sendiri laptop. Sehingga untuk sementara cukuplah memiliki PC di rumah untuk melayani aktifitas pekerjaan yang standar bagi saya. Ditunjang oleh prinsip minimalis saya masih tetap bisa bekerja, mengakses internet, menulis blog, mengerjakan tesis, mengerjakan tugas-tugas, dengan hasil yang optimal dengan menggunakan PC selama ini.


Syukurlah sebuah kabar gembira saya dapatkan di awal tahun baru ini, yang mudah-mudahan dapat mewujudkan mimpi saya selama ini untuk memiliki sebuah laptop sendiri. Bayangkan, sebuah laptop mungil dengan spesifikasi yang mengagumkan hanya berharga Rp. 3,6 juta saja. Laptop Asus Eee PC 4G ini baru akan diluncurkan tanggal 26 Januari 2008 nanti dengan harga promosi tersebut. Dengan harga segitu untuk sebuah laptop mini, sangat sayang kalau kita masih menunda membelinya. Apapun, saya berjanji dalam hati untuk berusaha memiliki laptop ini.


Apa yang akan saya lakukan kalau saya punya laptop Eec PC?


Sudah pasti laptop ini akan sangat membantu pekerjaan dan tugas-tugas saya selama ini. Saya bisa membawanya kemana saja saya pergi, dan dapat sewaktu-waktu mengoperasikannya dimana saja pada saat-saat yang memungkinkan. Bahkan mungkin saya tidak akan gunakan lagi PC desktop di rumah karena memang sudah kadaluarsa dan sudah sangat pantas untuk di-upgrade. Bagi saya, laptop ini bermakna ganda. Selain berukuran mini, harganya pun mini. Suatu kenyataan yang tidak lazim untuk sebuah laptop biasa selama ini. Dan ungkapan 'Dunia Dalam Pangkuan Semua Orang' kayaknya paling pantas untuk menjadi slogan laptop Asus Eee PC 4G ini.


Semoga saja terkabul.