Masa depan yang baru dan lebih cerah diharapkan mulai terlihat di Aceh, dengan telah dilantiknya secara resmi Gubernur Aceh yang baru Irwandi Yusuf beserta wakilnya Muhammad Nazar pada 8 Februari kemarin. Mungkin ini juga salahsatu hikmah musibah besar gempa dan tsunami yang melanda 2 tahun silam. Tinggal lagi bagaimana kita semua elemen masyarakat Aceh mengisi peluang besar yang telah terbuka lebar ini untuk bersama-sama memberi kontribusi positif dalam mengembangkan kehidupan masyarakat Aceh yang maju, makmur dan sejahtera.
Banyak contoh yang kita saksikan bahwa sektor pariwisata negara-negara di dunia menjadi andalan utama sebagai sumber penghasilan negara. Dengan menarik begitu banyak wisatawan asing ke dalam suatu negara, artinya akan tumbuh kegiatan ekonomi dan perputaran uang nyata yang dibawa oleh para turis tersebut. Semakin banyak jumlah turis dan semakin lama mereka berdiam di negara tujuan, maka akan semakin besar pula perputaran uang segar yang masuk dibawa oleh mereka.
Aceh memiliki nilai jual yang sangat tinggi saat ini, jika dikaji dari kacamata wisata. Pasca musibah besar, tak ada penduduk dunia yang tidak mengenal nama Aceh. Sebutan Aceh telah mengingatkan memori setiap orang akan kisah-kisah gempa dan tsunami. Selain itu, keindahan alam Aceh sangat diakui oleh para warga asing yang telah menjejakkan kakinya di bumi Aceh. Mereka selalu berkata, akan kembali lagi suatu saat kemari untuk menikmati keindahan alam Aceh yang laksana surga dunia ini. Inilah modal dasar yang paling berharga yang dimiliki oleh Aceh untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan serius.
Diperlukan strategi yang jitu dan komprehensif untuk dapat menangkap peluang ini menjadi sumber penghasilan yang besar bagi pertumbuhan ekonomi Aceh.
1. Inventarisir objek-objek wisata alam yang berpotensi
Daftar objek wisata yang terinventarisir dengan baik akan sangat membantu kita dalam membuat prioritas pengembangan objek-objek wisata di Aceh. Database ini perlu terus ditambah sejalan dengan semakin luas dan mudahnya akses ke wilayah-wilayah pelosok Aceh pasca masa darurat militer dan krisis, sehingga diharapkan tempat-tempat yang selama ini terlupakan dapat dimunculkan ke permukaan dan menjadi objek yang potensial.
2. Persiapkan infrastruktur yang mendukung pariwisata
Investasi perlu ditanamkan bagi memperluas akses kepada wilayah yang memiliki objek-objek wisata potensial. Tentunya pembinaan infrastruktur yang baik akan semakin membuka peluang dan kemudahan para pelancong menikmati alam Aceh, baik itu berupa jalan raya, jembatan, sarana transportasi dan telekomunikasi, maupun jasa-jasa lainnya (guide, money-changer).
3. Siapkan masyarakat untuk mendukung program ini
Perlu ada kampanye yang meluas kepada kalangan masyarakat untuk memahami bahwa peran langsung masyarakat dapat sangat membantu berkembangnya industri pariwisata di Aceh. Sikap dan perilaku masyarakat yang ramah dan sopan terhadap warga asing perlu terus dibangun secara meluas. Pengalaman pasca tsunami telah menunjukkan bahwa masyarakat sangat menghormati para warga asing yang datang, karena niat mereka yang ingin membantu korban bencana. Sikap yang seperti itu perlu terus dipupuk dan ditingkatkan terhadap para turis asing yang datang kemudian dengan tujuan wisata. Persiapkan masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi para tamu-tamu asing ini. Perilaku murah senyum, ramah, sopan dalam bertutur sapa selayaknya sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam perilaku masyarakat Aceh. Dengan selalu membiasakan diri berperilaku seperti demikian, diharapkan para tamu asing akan merasa betah dan nyaman berlama-lama menghabiskan masa dan uangnya di bumi Aceh ini.
4. Bentuk badan khusus yang menangani sektor ini, atau kalau sudah ada, berdayakan dengan memasukkan orang-orang yang kaliber dalam menjual pariwasata Aceh dalam lembaga tersebut. Perlu ada sosok yang memiliki kemahiran kehumasan yang tangguh dan profesional dalam pengelolaan badan khusus ini.
Salahsatu langkah penting dalam menunjang program ini segera adalah membuka akses langsung hubungan luar negeri dengan wilayah Aceh. Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh selayaknya menjadi bandara internasional. Dan agaknya hal ini tidak begitu sulit lagi untuk merealisirnya, karena sudah menjadi salahsatu point dalam MoU Helsinki.
Berikan insentif bagi pihak swasta yang berinvestasi di sektor pariwisata ini, seperti biro-biro jasa perjalanan, hotel-hotel, resort dan lain-lain pengelolaan objek wisata.
Jalin kerjasama dengan pihak luar negeri untuk mendorong pertumbuhan sektor ini, baik dengan pemerintahnya, maupun lembaga swasta yang berkecimpung dengan wisata. Misalnya dengan perusahaan penerbangan AirAsia (yang lain juga boleh), yang dapat dimanfaatkan adalah kemampuan mereka mempromosikan daerah kita sebagai daerah tujuan wisata. Memberi akses kepada perusahaan penerbangan internasional itu untuk mendarat di bandara kita.
Patut dipikirkan untuk mengembangkan program homestay. Ini salahsatu yang sangat menarik jika dapat diwujudkan. Karena melibatkan langsung masyarakat. Suatu pedesaan terpilih dapat menerima kedatangan serombongan turis asing yang menginap di rumah-rumah penduduk, dan melakukan aktifitas yang menyatu dengan masyarakat. Program ini semacam menjual nilai-nilai keseharian yang dianut oleh masyarakat kita. Bagi masyarakat asing adalah sungguh mengasyikkan jika dapat terlibat langsung dalam kegiatan sehari-hari penduduk lokal. Tidak perlu terlalu lama, 5-7 hari cukuplah bagi mereka merasakan kehidupan asli kampung. Bagi masyarakat sendiri selain mendapat pertambahan ekonomi, juga suatu pengalaman baru bergaul dengan warga asing.
Satu hal yang patut ditekankan di sini, pariwasata yang dikembangkan di Aceh harus menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma agama Islam, tidak bisa tidak. Jauh-jauh hari kita sudah harus mengkampanyekan kepada para turis asing yang akan memasuki Aceh untuk menghormati karakteristik budaya Islam. Karena inilah yang menjadi jiwa dan martabat masyarakat Aceh. Bagi mereka yang ingin memasuki Aceh mereka sudah tahu bahwa di Aceh tak ada minuman keras, tak ada pergaulan bebas, tak ada maksiat. Ini pula yang menjadi kekuatan kita, kekuatan masyarakat Aceh. Mereka harus menghormati itu. Pariwisata Aceh harus dapat kita kembangkan tanpa harus mengorbankan harga diri dan martabat agama.
Semboyannya, hormatilah kami, insya Allah kami melayani.
Friday, February 09, 2007
Sunday, February 04, 2007
Gubernur Baru
Insya Allah kalau tidak ada aral melintang, pada tanggal 8 Februari nanti Aceh akan secara resmi memiliki Gubernur alias Kepala Pemerintahan Aceh yang baru. Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih melalui Pilkada yang mendunia tersebut adalah Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar. Sudah banyak yang tahu bahwa mereka telah menang dengan telak, dan sudah banyak juga yang tahu bahwa kemenangan mereka adalah cerminan dari harapan masyarakat Aceh yang mendambakan perubahan yang mendasar menyangkut segi-segi kehidupan masyarakat Aceh yang lebih baik dan lebih bermartabat.
Mungkin setiap orang memiliki harapan-harapan tersendiri yang menyangkut dengan perubahan berkehidupan di Aceh dengan terpilihnya pemimpin baru ini. Banyak sudah tulisan di media baik cetak maupun internet yang menyuarakan keinginan-keinginan dan harapan rakyat Aceh. Dan itu sudah tentu pula menjadi perhatian dari pihak Irwandi-Nazar, karena mereka terpilih sesungguhnya pun memang untuk memenuhi harapan rakyat yang telah memilih mereka.
Lantas adakah harapan dari saya sendiri terhadap kebijakan pemimpin Aceh yang baru ini? Hmm, sebagai orang Aceh walau pun saat ini tidak sedang berada di wilayah Aceh, saya pikir kita masih layak untuk juga turut ikut menaruh harapan dan keinginan bagi perubahan kemajuan Aceh di tangan mereka. Harapan saya pribadi kepada mereka cukup sederhana saja. Yaitu, cobalah selalu dengarkan suara rakyat Aceh.
Artinya sepanjang perjalanan masa pemerintahan mereka hendaklah kebijakan yang diambil tetap mengedepankan kepentingan orang banyak, memprioritaskan kemaslahatan masyarakat banyak. Mungkin pada masa awal-awal ini idealisme masih kuat di dalam kebijakan, namun hendaknya idealisme tersebut tetap dipertahankan seiring dengan berjalannya waktu. Terkadang manusia mudah lupa. Setelah berlalu sekian lama, kehidupan mulai berubah, orientasi pun berubah dan kepentingan pun mulai berubah pula. Awal-awalnya bagus, eh di ujung-ujungnya mulai membuat kebijakan yang aneh-aneh.
Menurut pendapat saya, berhubung pimpinan baru ini terpilih secara sangat demokratis dan langsung dari rakyat, maka tanggungjawab mereka kepada rakyat menjadi jauh lebih berat. Artinya, rakyat sangat berhak untuk terus memantau sepak-terjang mereka dalam pemerintahan. Jika ada kebijakan yang baik, rakyat tentu akan mengapresiasi langsung. Begitu pula sebaliknya, rakyat bisa langsung mengkritisi kebijakan yang kontroversial misalnya. Sehingga salahsatu aspek penting pertama yang perlu diperhatikan oleh Irwandi-Nazar adalah kebebasan media yang bertanggung-jawab. Mereka harus menjamin kebebasan pers sebagai media perantara dan penyambung amanat hati nurani rakyat Aceh. Bagaimana mereka dapat mendengar suara rakyat kalau media penyampainya dikebiri. Mudah-mudahan rakyat Aceh pun semakin pintar dan bijak memanfaatkan media sebagai penyambung aspirasi yang murni.
Ada sedikit luahan hati dari saya setelah membaca berita tentang pelantikan Gubernur nanti. Disebutkan pada hari pelantikan nanti akan diadakan juga kenduri syukuran yang melibatkan ribuan orang simpatisan Irwandi-Nazar, dengan menyembelih sebanyak 30 ekor lembu. Bagi masyarakat Aceh sudah menjadi tradisi mengadakan kenduri syukuran untuk hal-hal semacam: perkawinan, menempati rumah baru, khitan anak lelaki, dan lain-lain yang intinya adalah mensyukuri nikmat dari Allah atas anugerahNya. Untuk konteks pelantikan Gubernur baru sewajarnyalah upacara syukuran nanti lebih bermakna ke arah doa bersama memohon kepada Allah untuk diberi kekuatan dalam mengemban tugas besar memimpin masyarakat Aceh. Sehingga sedini mungkin dicegah kesan kenduri tersebut bernuansa hura-hura dan pesta kemenangan semata.
Mudah-mudahan Irwandi-Nazar dapat mengemas upacara kenduri tersebut sebagai ajang penyerahan diri yang ikhlas kepada Allah untuk tetap istiqamah pada niat awal dan memohon keredhaanNya untuk menjaga kebijakan-kebijakan Gubernur nanti selalu dalam kawalan hukum-hukum Allah.
Akhirnya kita semua berharap tanggal 8 Februari nanti dapat menjadi hari awal yang gembira bagi semua rakyat Aceh sampai kapan pun. Amien.
Thursday, January 18, 2007
Hobby Baru
Seminggu belakangan ini aku punya kesibukan baru yaitu buka-buka foto cantik di website www.fotografer.net. Situs ini lumayan keren, karena memberi peluang juga buat semua orang untuk menampilkan karya-karya fotonya. Semua orang bisa menjadi anggota dengan syarat-syarat tertentu yang minimal. Karena ada kamera nganggur di rumah, yah sekalian aja ikutan nimbrung di situ memajang hasil jepretanku. Benar-benar amatiran, upload pertama adalah foto anakku di toko buku.
Asyiknya kita diharuskan memberi komentar atau kritikan terhadap karya orang lain dulu sebelum melakukan upload karya sendiri. Lantas karya foto kita pun akan memperoleh pula komentar dan kritikan. Benar-benar mencerahkan bagi kita yang ingin belajar fotografi.
Karyaku sendiri baru sedikit, maklumlah fotografer amatiran yang baru mulai belajar. Yah, mudah-mudahan bisa cepat naik kelas deh.
Asyiknya kita diharuskan memberi komentar atau kritikan terhadap karya orang lain dulu sebelum melakukan upload karya sendiri. Lantas karya foto kita pun akan memperoleh pula komentar dan kritikan. Benar-benar mencerahkan bagi kita yang ingin belajar fotografi.
Karyaku sendiri baru sedikit, maklumlah fotografer amatiran yang baru mulai belajar. Yah, mudah-mudahan bisa cepat naik kelas deh.
Tuesday, December 26, 2006
Posting Baru
Ada yang aneh di blogspot sekarang. Mengikuti anjuran seorang rekan untuk beralih ke Blogger Beta, saya pun latah mengubahnya. Namun, setelah itu, blog ini tidak dapat lagi saya buka dari komputer di rumah. Saya tidak tahu kenapa, namun saat saya coba membukanya dari warnet, ternyata bisa.
Kemudian saya kembali ke rumah, dan mencoba lagi, ternyata tetap tidak terbuka. Selanjutnya saya mencoba log-in dan melakukan posting. Muncul memang dashboard-nya, dan saya mulai melakukan posting. Inilah hasilnya.
Setelah berhasil melakukan publish, ternyata tetap gagal saat saya melakukan view blog. Namun, saya dapat mengecek daftar posting blog saya pada dashboard, dan begitu saya klik view tetap saja gagal lagi.
Ada yang bisa bantu menjelaskan kenapa hal ini dapat terjadi?
Kemudian saya kembali ke rumah, dan mencoba lagi, ternyata tetap tidak terbuka. Selanjutnya saya mencoba log-in dan melakukan posting. Muncul memang dashboard-nya, dan saya mulai melakukan posting. Inilah hasilnya.
Setelah berhasil melakukan publish, ternyata tetap gagal saat saya melakukan view blog. Namun, saya dapat mengecek daftar posting blog saya pada dashboard, dan begitu saya klik view tetap saja gagal lagi.
Ada yang bisa bantu menjelaskan kenapa hal ini dapat terjadi?
Friday, October 27, 2006
Salam Idul Fitri 1427 H

Setelah sekian lama tidak ada postingan, melalui blog ini saya ingin menyampaikan Salam Idul Fitri 1427 H Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada semua handai taulan dan kerabat saya. Ini adalah kali kedua saya merayakan Hari Raya Id di Malaysia bersama keluarga. Di hari kemenangan ini, terlihat langit Kuala Lumpur sangat terang benderang tanpa ada kabut jerebu sedikit pun. Seolah-olah memberi tanda penghargaan kepada segenap warganya yang lulus dari ujian sepanjang bulan Ramadhan kemarin, baik itu lapar dan dahaga, maupun asap jerebu yang juga menggoda iman dan kesabaran. Mudah-mudahan tahun depan jerebu tidak datang lagi, dan kita masih diberiNya umur panjang untuk dapat kembali bertemu dengan Ramadhan bulan penuh berkah. Amien.
Wednesday, October 18, 2006
Al Jazari - The Most Muslim Mechanical Engineer
Sepanjang bulan Ramadhan ini TV3 Malaysia menayangkan program Ilmuwan Islam. Isinya menampilkan profil tokoh-tokoh saintis Islam pada zaman kegemilangan kebudayaan Islam. Kemajuan ilmu pengetahuan modern yang saat ini dikuasai oleh bangsa Eropa dan Amerika, banyak diilhami dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditemukan oleh orang-orang Islam. Justru pada masa bangsa Eropa terpuruk dan berada dalam kegelapan, Islam berada di puncak penguasaan ilmu dan teknologi yang maju.Hampir semua bidang ilmu merujuk kepada asas-asas yang dibangun oleh saintis Islam pada zamannya. Bidang kedokteran dikenal dengan nama-nama Ibnu Sina, Al-Zahrawi, Al-Razi & Ibnu Nafis; ilmu kimia: Jabir Hayyan; ilmu matematika: Al-Khwarizmi & Nasaruddin Al-Tusi; bidang teknologi: Al-Jazari; ilmu astronomi: Ulugbek, Nasarudin Tusi & Al-Kashi; ilmu botani/farmakologi: Ibnu Baitar; ilmu geografi: Al-Idrisi; ilmu sosiologi: Ibnu Khaldun; ilmu arsitektur: Mimar Sinan, serta bidang pelayaran: Cheng Ho & Ibnu Majid.
Namun fakta ini tidak banyak diketahui lagi sekarang karena orang Barat yang kini menguasai dunia seperti sengaja menggelapkannya. Ditambah lagi dengan kondisi ilmuwan Islam sendiri saat ini yang sedikit sekali menguasai atau mampu memberi pengaruh penting kepada dunia.
Al-Jazari adalah insinyur teknik mesin (mechanical engineer) yang paling top pada zamannya. Beliau berdiam di Diyar-Bakir (Turki) pada abad 6 H atau abad ke-12 Masehi. Nama lengkap beliau Badi Al-Zaman AbulI-Ezz Ibn Ismail Ibn Al-Razzaz Al-Jazari, dan dipanggil dengan sebutan Al-Jazari merujuk kepada tanah kelahirannya yaitu Al-Jazira suatu wilayah di antara sungai Tigris dan Eufrat, Irak. Karirnya sebagai insinyur diabdikan kepada penguasa Diyar-Bakir, Raja Urtuq semasa 570-597 H (1174-1200 Masehi). Dan pada tahun 1206 menyelesaikan buku teknik yang terkenal "Al-Jami Bain Al-Ilm Wal-Amal Al-Nafi Fi Sinat'at Al-Hiyal", yang kira-kira artinya Ringkasan Mekanikal Teori dan Praktek. Inilah buku yang dianggap sebagai puncak pencapaian tertinggi teknologi peradaban Islam.
Buku ini secara khusus menekankan pada aspek praktikal karena pengarangnya seorang insinyur yang kompeten dan terlatih. Al-Jazari menggambarkan berbagai peralatan secara detail dan kontribusinya sangat berharga dalam sejarah teknologi. Insinyur Inggris modern Donald Hill (1974) mengatakan: mustahil mengabaikan peranan karya Al-Jazari dalam sejarah keteknikan modern, karena ia kaya dengan petunjuk-petunjuk dalam desain, manufaktur dan perakitan mesin-mesin. Al-Jazari menggambarkan 50 peralatan mekanik dalam 6 kategori, termasuk jam air (water clock), mesin pencuci tangan, mesin pompa air, dan lain-lain.
Donald Hill menterjemahkan karya Al-Jazari pada tahun 1974, 768 tahun setelah penerbitan buku aslinya. Buku tersebut memuat 6 kategori utama peralatan mesin dan banyak istilah-istilah peralatan, mesin, mekanisme dan teknik-teknik muncul pertama sekali di dalam buku ini mendahului buku-buku teknik mesin Eropa, seperti double acting pump dengan pipa isap, crankshaft dalam mesin, kalibrasi orifis yang akurat, balansing roda statik, pemakaian model untuk membangun desain, pengecoran logam dalam mould dengan pasir, dan banyak lagi. Segmental gear (roda gigi) juga pertama sekali muncul dengan jelas pada buku ini, dibandingkan dengan jam astronomi Giovanni de Dondi pada tahun 1364, dan karya Francesco di Giorgio (1501) dalam khasanah desain permesinan Eropa.
UMIST Manchester membuat rekonstruksi ulang mesin-mesin yang digambarkan dalam buku Al-Jazari, melalui program tugas akhir bagi mahasiswa under-graduate mereka. Rekonstruksi dilakukan dengan bantuan software komputer dan perhitungan ulang dengan rumus-rumus keteknikan mutakhir. Hasilnya membuktikan bahwa mesin-mesin tersebut dapat berfungsi dengan baik.
Sesungguhnya buku Al-Jazari hanyalah sebagian kecil dari ribuan karya-karya iptek Islam pada masa kegemilangan peradaban Islam. Kebanyakan karya-karya tersebut telah hilang tanpa bekas atau tersembunyi di museum-museum Barat tanpa ada lagi yang menjamahnya. Sejalan dengan keruntuhan kekhalifahan Islam di muka bumi, pihak Barat telah berhasil mencuri rahasia teknologi Islam dan mengembangkannya dengan mengakuinya sebagai karya sendiri. Tinggallah kini, generasi baru Islam yang telah terputus dengan peradaban agung pendahulunya, dan tertatih-tatih untuk menguasai kembali ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
Friday, October 13, 2006
Dr. Muhammad Yunus - Nobel Peace Prize 2006
Hari ini Komite Nobel Perdamaian di Norwegia telah mengumumkan pemenang hadiah Nobel Perdamaian 2006 adalah Dr. Muhammad Yunus dan Grameen Bank dari Bangladesh. Agak mengejutkan memang, karena nama yang santer difavoritkan (SBY, Martti Ahtisaari, GAM, Bono dll) ternyata tidak muncul sebagai pemenang. Siapakah Dr. Muhammad Yunus?Beliau adalah seorang ekonom lulusan Vanderbilt University dan lama mengabdi sebagai dosen di Chittagong University, Bangladesh. Kepeduliannya yang tinggi terhadap masyarakat miskin di negaranya, memunculkan ide untuk mendirikan Grameen Bank. Bank ini menyediakan kredit tanpa syarat kepada rakyat miskin, yang pada awalnya merupakan projek riset aksi di kampusnya. Gagasannya adalah menggandeng kapitalisme dengan tanggungjawab sosial dan telah mengubah wajah pengembangan sosial dan ekonomi pedesaan. Grameen Bank mengoperasikan 1092 cabang di 36000 desa Bangladesh, memberi kredit kepada 2 juta penduduk miskin dengan total pinjaman sebesar lebih dari US$ 2 milyar.
Yang membuat Komite Nobel tergerak untuk memutuskan Dr. Muhammad Yunus sebagai pemenang adalah sistem yang beliau rintis tersebut tidak saja berlangsung sukses di Bangladesh, namun juga telah diterapkan di banyak negara berkembang lainnya. Dan itu tidak lepas dari contoh teladan yang ditunjukkan oleh beliau. Perdamaian abadi tidak dapat dicapai kecuali kelompok-kelompok populasi besar menemukan cara-cara untuk memberantas kemiskinan. Dan sistem kredit mikro adalah salahsatu cara, demikian alasan Komite Nobel Perdamaian.
Berbagai penghargaan internasional sebelumnya sudah sering diperolehnya, seperti Ramon Magsaysay Award (1984) dari Manila; the Aga Khan Award untuk Architecture (1989) dari Geneva; the Mohamed Shabdeen Award untuk Science (1993) dari Sri Lanka; dan the World Food Prize oleh World Food Prize Foundation (1994) dari USA. Disamping itu dari Bangladesh sendiri, beliau telah menerima the President's Award (1978), Central Bank Award (1985), dan the Independence Day Award (1987), penghargaan tertinggi nasional.
Dan tahun ini adalah pencapaian tertinggi penghargaan internasionalnya, Hadiah Nobel Perdamaian. Suatu pencapaian yang beliau sendiri tidak pernah memperkirakannya.
Selamat kepada sang pahlawan pembela rakyat miskin.
Subscribe to:
Posts (Atom)